Angin Kemerdekaan

ini dimulai sebagai suatu bisikan

suatu janji,

hembusan lembut menari melintas pertalian,

yang berdecit diatas kematian 1000 pasukan,

berhembus melelui rambutnya dan selembut tangan kekasih,

hembusan dan janji itu berubah menjadi angin,

angin bertiup diseluruh yunani,

membawa pesan yang disampaikan,

berkali-kali oleh dewa kemerdekaan kita,

dan kebijakanya memaksa,

leonadus bertekuk lutut di hadapanya,

itulah angin,

saudaraku,

angin pengorbanan,

angin kemerdekaan,

angin keadilan,

angin pembalasan

my name ollive

my name ollive

ollive

Gambar

Uzurmu Tak Menepikan Cintamu

Uzurmu Tak Menepikan Cintamu

semakin dirimu menua semakin ku menyayangimi

Gambar

Setahun Lalu

Ahh…..semua telah tercabik waktu

Seperti sekumpulan camar tenggelam di cakrawala

Sisa bayangnya terhapus sudut-sudut mega hitam

Kemudian besu menindih serumpun kenangan

 

Setahun lalu,ku kecup manis jejaknya

Bergumul dalam kelopak yang sama

Atau saat endapan angin hutan membawa kecibak hasrat

Kita bersulang ranum madu kecubung wulung

 

Di sisi telaga negeri berdua bertukar rasa

Tengat rindu bercampur derat bambu di seberang cemara

Selancang kecil menari-nari disela ranting-ranting kering

Tepat diatas ku mencumbu wangi rambutmu

 

Lalu kau mencengkeramku dengan ucap cinta

Pun aku, tabur kuncup-kuncup mawar pembuluh rindu

Kemudian detak gerimis menghamburkanmu dalam kecup pelukan

Sesaat sebelum pelangi membelah birunya

 

Itu setahun yang lalu…….

Saat  aroma bibirmu masih menjadi milik ku

Yaa,setahun lalu……

Sebelum cinta menjadi parut-parut luka

 

 

Kado Terakhir Untuk Yo

969411_1762556307216667_56475377_n

Kisah cinta dua anak manusia dalam satu perbedaan yang tak mungkin di persatukan oleh keduanya.Tak berkutik menyeberangi dinding pembatas yang terlampau tebal untuk mereka tembus,walaupun segalanya mereka dasari atas nama ketulusan dan kesetiaan cinta.

*************************

Perlahan Tika mendekati Yohana yang terdiam lesu.Air mata yang selalu tertumpah setiap kali menceritakan isi hatinya membuat miris dan ikut merasakan betapa sedih dan carut marut perasaanya. Tak banyak yang bisa dia perbuat untuk sahabatnya itu,selain pelukan dan kata-kata untuk mempertegar hatinya. Dia membayangkan andai itu terjadi padanya mungkin hal yang serupa akan dia rasakan

“Sabar ya Yo,mungkin jalan kalian harus seperti ini …..”
“Tapi kenapa harus gue Tik !! Kenapa harus kami berdua ….” bibirnya terasa bergetar menahan tangis
“Kalian berdua yang lebih tau dengan kondisi kalian !!” Kemudian memeluk Yohana yang tangisnya kian menjadi
“Gue sayang sama Dika…..gue ngga mau kehilanganya !!”
“Iya,gue juga ngerti kalian saling cinta saling sayang ……… tapi………!!….!
Tika tak kuasa melanjutkan kalimatnya dan akhirnya berderai juga air matanya.

Matahari hampir tenggelam,dua sahabat itu masih berpelukan dan berhambur air mata. Tika dan Yohana bersahabat dari SMA,sampai lulus kuliah dan sekarang telah bekerjapun mereka masih sering bersama walaupun sudah tak sesering dulu. Mereka sudah seperti keluarga,bahkan Ibu nya Tika menganggap Yohana sudah seperti anak sendiri dan begitupun sebaliknya.

Tika melepaskan pelukan nya, mengusap air mata Yohana yang membanjiri muka dan pundaknya. Bola matanya memerah dan sembab,hampir 2 jam dia menangis tanpa henti
“Minum dulu Yo,biar sedikit tenang hatimu !!” menyodorkan segelas air putih
Yohana meminumnya seteguk,masih terdiam dan matanya hampa memandang ke luar jendela yang sudah mulai gelap
“Kamu jangan sedih terus Yo,ngga baek !!”
“Gue uda berusaha ngga mikirin hal ini Tik …. tapi tetep ngga bisa !!”
“Dika bakal sedih kalo lihat kamu kayak gini terus !!” sambil mengusap sisa air mata di wajah Yohana
“Huum…..!!”
“Nikmati yang sekarang kalian bisa nikmati !!” hal yang satu itu biar Tuhan yang menentukan,jodo ngga kan kemana Yo ……”
Tapi masih saja air mata Tika seperti hendak menetes lagi ….
“Udah ah nangisnya !! muka loe jadi jelek tau….. !!” Tika tertawa sambil mencubit pipi Yohana

Dika,nama panjangnya Mahardika Setiawan pacar Yohana sejak dari bangku kuliah semester empat. Sudah hampir empat tahun pacaran dan berkomitmen untuk menikah. Demi hal itu,setelah lulus dari salah satu universitas negeri di Solo dia melamar kerja dan di terima di sebuah bank swasta,walaupun keluarganya berharap dia kembali ke kota asalnya Bandung. Anaknya rapi,necis,selalu wangi dan sedikit pendiam. Berbeda halnya dengan Yohana yang slengekan dan cuek dan penampilanya. Banyak teman yang kagum seklaigus heran terhadap keduanya,karena sifat dan watak keduanya yang seratus persen berbeda tapi hubungan mereka tetap bisa berjalan hampir empat tahun.

Tapi,dibalik itu semua keduanya menyimpan satu perbedaan yang sangat membuat mereka resah. Ketakutan akan kehilangan selalu membayangi,dan kian hari ketakutan itu terasa semakin dekat. Mungkin hanya Tika yang mampu membuat kondisi keduanya sedilkit lebih nyaman. Tika selalu memberi semangat ketika mereka lagi down. Apalagi Yohana,biarpun anaknya cuek tetap aja dia seorang cewek yang hati nya mudah sekali rapuh dan menangis. Dia dibuatnya ikut kalang kabut oleh keduanya.

“Tik….!! besok makan-makan yuukk,kan besok ultahku…..kita rayain aja bertiga sama Dika di cafe tempat biasa !!” kemaren lusa gue udah bilang sama Dika….” sembari merebahkan badanya dikasur
Sabtu sore sepulang kerja Yohana mampir ke rumah Tika
“Trus Dika bilang apa ??”
“Ya pasti bilang oke dong ! Tapi dia lagi pelatihan di Jogja tiga hari dan hari ini hari terakhir,mungkin besok pagi baru balik !!” kata Yohana penuh semangat
Mendengar kata-kata Yohana,hatinya seperti teriris-iris. Hampir saja air matanya merembes ke luar,beruntung dia mampu menahannya. Dia sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi dan pelatihan tiga hari di Jogja itu hanya kamuflase. Dika sudah membicarakan denganya. Tika hanya bisa terdiam,membayangkan apa yang akan terjadi kalo dia menceritakan hal yang sebenarnya.
“Tik …. !! napa loe diam ?? ga bisa ikut yaa ?? apa ada acara laen ??” Yohana memberondong dengan pertanyaan
Tika masih tetap terdiam,bingung bagaimana dia harus mulai menjelaskan nya.
“Tik ….. Tika !! kenapa seh loe ….!!” kali ini Yohana berkata lebih keras sambil menggoyang pundaknya
Bukanya menjawab,Tika malah meneteskan air mata yang tadi sempat di tahan nya
“Yo …… kamu yang sabar yaa !!” sambil memeluk sahabatnya
“Ada apa ini Tik ??”
Tika tak menjawab,dia membuka laci dan mengambil amplop surat berwarna putih.
“Ini Yo …. loe baca ini !!”
Yohana buru-buru membuka dan membaca isi surat itu

Teruntuk
Kekasihku Yaohana

Sayang,sebelumnya aku minta maaf……..
Saat kamu membaca surat ini mungkin aku sudah tak disini lagi,aku sudah di bandung.
Aku lakukan semua ini demi kebaikanmu,demi masa depanmu.
Aku juga sedih,menangis tapi aku harus mengambil keputusan ini,walupun aku tau
ini akan menyakiti hatimu.
Bukan karena cintaku hilang tapi ini bukti cintaku padamu,aku ingin kamu
berbahagia dengan orang yang tepat.
Banyak hal yang membedakan kita,dan semua itu kita satukan dengan cinta kita,kita lalui
dengan suka cita selama empat tahun.
Tapi Yo….kita tak bisa menutup mata,keyakinan kita yang berbeda adalah jurang pemisah
yang paling dalam dan hal itu yang tak mungkin bisa kita lewati…..kita sadar itu.
Aku tak mau memaksakan hal itu karena hanya akan mengulur-ulur masa depanmu.
Sayang,kamu harus cari laki-laki yang se iman,satu keyakinan agar masa depanmu
lebih nyata. Aku tak mau lebih lama lagi menggantung mu dalam perbedaan yang sulit kita
satukan ini.
Percayalah….semua ini aku lakukan karena aku sayang kamu
Dan selamat ulang tahun ke 24 sayang,maaf aku tak bisa ikut merayakannya.
Ada kado buat kamu,aku titipkan Tika dan suatu saat kalo Tuhan menakdirkan kita
berjodoh itu yang akan menjadi saksinya
Sekali lagi aku minta maaf,
Yang mencintaimu

Dika

Yohana limbung,air matanya deras terhambur ke luar tanpa bisa di tahan. Tubuhnya bergoncang karena tangisnya yang begitu kencang sambil meremas surat itu di dadanya. Sejurus kemudian Tika langsung memeluk tubuh Yohana,tanpa terasa air matanya ikut meleleh juga. Betapa bisa merasakan kehilangan orang yang sangat di cintainya,dia hanya memeluk tanpa bisa berkata apa-apa. Diluar mendung yang bergelayut telah berubah menjadi butiran air hujan,seakan turut merasakn kesedihan yang tengah mereka rasakan. Dingin mulai menusuk,ke dua sahabat itu masih terlihat berpelukan dalam linang air mata kesedihan.

“Ini Yo ….. kado dari Dika !! kamu buka ya,…..!!”
Kado warna merah jambu yang dititipkanya sebelum Dika pulang ke Bandung beberapa hari yang lalu
Dengan tangan bergetar dan wajah bersimbah air mata,Yohana membuka bungkus kado tersebut.
Begitu melihat isi kado itu tangis Yohana semakin menjadi dan kembali memeluk Tika.
“Itu cincin pernikahan yang kamu inginkan bila suatu saat kalian menikah kan Yo ??” kata Tika sambil mengusap kepala Yohana
Yohana mengangguk pelan ….
“Dika cerita semuanya Yo…. dia juga sedih,sama sedihnya seperti kamu !!”
“Jadi loe sudah tahu sebelumnya?? kenapa loe diam…..ngga cerita ke gue Tik !!”
“Dika yang memintaku untuk merahasiakan ini ! Aku sudah janji……”
Ke duanya terdiam,hanya suara segukan tangis Yohana yang terdengar. Sementara di luar langit semakin deras mengucurkan butiran air hujan dan sesekali suara kilat terdengar menyambar.

“Kenapa kamu ngga mencegahnya Tik ? !!”
“Gue udah berusaha nyuruh dia bilang baek-baek ke kamu… tapi dia ngga sanggup !!”… Dia meyakinkan bahwa ini terpaksa dia laukuin demi masa depan loe,demi kebaikan loe Yo !!” Gue ngga bisa berbuat apa-apa lagi…
Yohana hanya bisa menciumi cincin yang telah dipakai di jari tengahnya tanpa bisa menghentikan tangisnya
“Gue sayang banget sama Dika ! Entah gimana hidup gue tanpa dia…..!!”
“Begitu juga Dika Yo ….. Tapi dia juga sadar,bagaimanapun juga perbedaan keyakinan adalah hal yang tak mudah untuk di satukan. Semakin lama di pertahankan akan semakin kecewa dan sakit nantinya !!’ lanjut Tika mengutip kata-kata Dika
“Gue belum siap kehilangan Tik !!”
“Ngga ada yang mau kehilangan Yo !! Loe harus move on…. gue yakin pasti bisa !!

Tika memeluk Yohana sambil terus memberi semangat. Dia tahu ini bukan hal yang mudah untuknya karena kehilangan orang yang sangat di cintai akan menyisakan kepedihan yang mendalam. Melupakan kenangan manis selama empat tahun tidak segampang membalikan telapak tangan. Dia hanya bisa berdoa keputusan Dika untuk meninggalkan Yohana bisa menjadikan masa depanya lebih baik dan tentu saja mendapatkan orang yang tepat sebagai pengganti. Atau mereka berdua akan bertemu kembali ?? hanya Tuhan yang tahu.

***************************************************************
*********************************

#NB : Untuk Yo & Dik tetap semangat !!

 

Cinta Tiga Setengah Kilo

Malioboro,Jogjakarta jam 7 malam
Aku berjalan celingukan. Seperti hari-hari kemarin,muter-muter dulu sebelum makan di warung lesehan.Malioboro juga masih begitu-begitu saja. Pak Minto yang jual jagung bakar masih juga sibuk dengan kipasnya seperti malam-malam kemarin. Pak Minto orang asli Jogja yang sudah puluhan tahun masih setia dengan jagung bakarnya.Penjual buah masih tetap berjejer disepanjang trotoar bersebelahan dengan warung lesehan. Bau durian yang kebetulan lagi musim menusuk hidung. Menjadikan malioboro di waktu malam semakin exsotik,walaupun sepanjang jalan harus berjejalan dan bersenggolan.

Nah,ada dua gadis manis,sepertinya kakak beradik. Keduanya sama-sama manis dan menarik. Aku mendekat,pura-pura melihat duku yang katanya asli palembang. Kubuka sebiji,dipun mencoba sebiji. Lidahnya berdecak,mencoba merasakan manis tidaknya si duku. Lalu pandanganya beralih ke adiknya. Tapi adiknya diam saja,tak mengambil duku untuk ikut mencobanya. Dia kemudian balik memandang kepadaku.
“Manis ya?”kataku seraya tersenyum
Sejenak dia terheran keningnya mengerenyit
“Apanya yang manis?”
“kamu !!””
Dia melongo,aku tertawa kecil. Penjual buah juga ikut tersenyum,meski dua butir dukunya sudah kami telan.
“Berapa dukunya bang?”
“Dua!” aku memotong sambil terus mengunyah duku. Ketika aku mengangkat muka ,ia tengah mendelik kepadaku. Aku pura-pura tak acuh,lalu ia berbalik lagi. Kulihat adiknya tersenyum,manis kayak duku.
“Dukunya sekilo berapa mas?”
“Nggak sampai sekilo kok! kalo sekilo,wahh…gimana bawanya?”
Adiknya sudah tak mampu menahan tawa,ia tertawa cekikikan kaya kuntilanak
“Jangan kurang ajar ya?” katanya sengit
Aku terdiam,busyet galak juga ni cewek
“Dua lima deh!” kata penjual buah itu melerai pertengakaranku
“Kurangin dikit deh mas!” katanya
“Dua lima juga udah murah kok!” kataku
“Iya non,ini juga sudah murah kok!” penjual duku itu menambahi
Dia mendelik padaku. Aku lantas menelan duku yang ada dalam mulutku
“Murahin lagi deh mas ! kan langganan ?!”
“Langganan apaan?Saya nggak pernah ngeliatin beli disini kok !” ucapku sambil lalu
Aku tak berani memandang matanya,pasti tambah melotot sadis. Aku hanya memandang penjual duku yang senyam-senyum
“Kalau duitnya nggak cukup bilang deh,nanti saya tambahin !” lanjutku lagi
Dia diam,matanya melirik. Tanpa banyak bicara dia mengambil uang limapuluh ribuan
“Nih..dua kilo !” katanya tegas
“Bukan dua biji? Nggak jadi yaa ?”
Penjual buahnya melongo,lalu cepat-cepat menimbang. Lumayan dukunya laku dua kilo

*****

Beberapa malam kemudian,masih ditempat yang sama.Dan seperti biasa mataku celingukan mencari pandangan yang bagus dari cewek-cewek yang lalu lalang. Beraneka macam gaya mereka,dari yang trendi sampai yang kampungan. Aroma bermacam-macam makanan yang beterbangan menyiksa hidung dan menusuk perut menjadi keroncongan. Teriakan tukang obral baju meriuhkan telingga

Aku menuju penjual anggur disamping kanan warung gudeg. Penjualnya seumuran ibuku,sekitar lima puluh lima tahun. Menyambar maksudku dengan manis sekali, “Anggurnya manis kok ! masih segar lagi!”. Pinter juga,perasaanya peka sekali menangkap sinar mataku yang mengarah ke gantungan buah anggurnya
Sambil memasukan tangan ke kantong celana aku mendekat.Inget titipan teman kostku,suruh beliin anggur
“Anggur nya manis ya?” tanyaku
Ibu penjualnya diam saja,atau mungkin tak mendengar. Dia hanya mengisyaratkan supaya aku mencoba. Kupetik sebutir kumasukan kemulut….
“Manis deh !”
“Iya !! kayak saya 1”
Aku terkejut,anggur itu melompat dari mulutku. Ku tolehkan kepala,yaa gadis yang malam itu membeli duku. Dia tersenyum agak sinis. hatiku kecut,busyet pasti ada maunya nih !!
“Kok melongo?” katanya,aku gelagapan
“Mau beli anggur ya ?” katanya lagi
Cepat aku mengangguk. Kulihat dia hanya sendiri,tanpa adiknya
“Memangnya nggak punya anggur lagi ?”
Muka ku merah padam,jengah. Beraninya anak ini!! Aku agak malu,mungkin dia juga.Hanya dipaksanya untuk membalas sikapku dahulu. Kulihat dia juga agak kikuk mengucapkan itu. Ibu penjual jadi tertawa melihat hal itu
“Mau apa nggak? Jadi nggak belinya ?” katanya masih terkekeh
“Maa…mau deh !” kataku. “Ehmm! Berapa sekilonya Bu ?”
Kulihat gadis itu memetik dan mencoba anggur yang tergantung di hadapanya
“Tiga puluh dek !” katanya
“Murahin dikit deh Bu !” kataku pelan
“Itu juga murah kok !” Busyet,gadis itu ikut memotong bicaraku
“Yang diujung sana malah sampai tiga lima !” tandas nya
Hancurlah sudah,ibu penjual anggur itu sampai mengangguk-angguk
”Dua lima ya Bu ?” tawarku. Ibu penjual menggeleng
“Mau ? Asal yang busuk!” cegat gadis itu
Aku sedikit mendelik dan memaki dalam hati kalang kabut
“Dua tujuh deh Bu !” ucapku terpojok
“Ehmm..duitnya nggak cukup yaa ?” ucap gadis itu sembari mengunyah anggur di mulutnya
Dia tak memandangku,sikapnya seperti tak peduli. Persis seperti sikapku malam kemarin. Aku memaki sengit dalam hati,gigiku bergemertakan
“Satu setengah kilo deh kalau begitu !” ucapku agak keras,gengsi. Si Ibu penjual jelas senyam-senyum
“Apa nggak berat sebelah ?” gadis itu menyahut seakan tidak di tujukan kepadaku
“Kenapa sih kalau berat sebelah ?” aku menyindir tajam. “Memangnya kamu mau ya ?” kataku sambil menggoda seakan menyentuh pipinya
“Ihhhhhh…..!” ia menjerit keras dan wajahnya memerah. Aku tertawa kecil
“Kamu ganjen !” katanya dengan wajah risih
“Biarin ! Asal ngga berat sebelah aja !!” kataku
Dia diam,dan aku tertawa dalam hati. Ibu penjual cuma tersenyum melihat tingkah kami berdua. Dia menyerahkan kantong berisi satu setengah kilo anggur. Aku membayarnya dengan tiga lembar sepuluh ribuan
“Kamu bukan asli orang Jogja ya?” tanyaku ke gadis itu
“Lho kok tahu?” dia balik bertanya
“Iya tahu dong !! Kalau asli Jogja pasti bau gudeg !!!” jawabku sekenanya
Dia tersenyum dan kali ini manis sekali,semanis gudeg Jogja
“Kamu pasti anak ISI ya?” tanya nya sambil mengamatiku dari atas sampai bawah
“Emang kenapa ?” timpalku heran
“Ya gitu deh !! Gondrong,acak-acakan,kumel khas anak ISI !!” tegasnya. “Tapi lumayanlah kamu sedikit wangi !! Ga bau minyak cat lukis !!” tambahnya sembari terkekeh
“Asti !!” katanya tiba-tiba sambil mengulurkan tangan
Aku melongo karena nggak menyangka
“Asti !!” ulangnya lebih keras. Akupun tersentak kaget
“Ohh yaa !! Aku anggur,ehh Januar !!” kataku
Lalu tawa kami berderai di depan Ibu si penjual anggur

*****

Malam-malam selajutnya adalah cerita cinta semata-mata. Ditelinganya selalu kubisikan cinta dan dia pun selalu membalas dengan bisikan cinta pula. Sementara Maliboro tetap riuh langkah kaki orang berlalu lalang. Aku tak menyangka di sana bisa menemukan cinta itu,walaupun sedikit nakal tapi berkesan

Cintanya dua kilo,cintaku satu setengah kilo. Sama-sama manisnya,sama-sama segarnya
Cinta kami berdua…… tiga setengah kilo

*****

Rindu Tertinggal Senja

kapal01

Semua masih tentangmu

Di selayar senja yang hampir habis

Sekepang cahaya menghampiri

Menarikmu hilang di batas jingga

***

Disisi perahu tengadahkan muka

Berjejal angin membius sukma

Menggoyang rindu tergantung sendu

Dan pilu menunggu kembalimu

***

Senja datang mengusiku

Ombak menjauh ke tengah

Diujung perahu ku diam terjaga

Menjaring rindu yang tertinggal senja

***

Suara pucuk nyiur menggelepar

Menampar malam yang kian dekat

Dan senja ini seperti hilang

Tenggelam dalam senandung karang

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: